sebenarnya awal dari jalan yang aku tempuh itu baik. namun seiring berjalanya waktu semua itu membuat aku bosan. dan ketika aku berada pada titik puncak kebosanan, aku melakukan perubahan-perubahan dalam segala pemikiranku. tidak mengapa jika perubahan itu berbelok sedikit. :)
aku memiliki keluarga yang begitu dekat dengan sang pencipta, keluarga yang selalu menjalani hidup dengan apa adanya, keluarga yang mencari ketentraman dalam hidup, bukan kesenangan. keluarga yang menonomor satukan agama disetiap apa yang dilakukan. fanatik. mungkin itu kata sederhana yang dapat mewakili semuanya.
ahh, mengapa aku tidak seperti mereka.
aku masih mementingkan kesenanganku sendiri tanpa memikirkan hal apapun itu yang menentangnya,semuanya aku dobrak.
aku tidak berjilbab, bahkan kadang pakaianku sudah tidak layak dipakai. itu kata mamah.
solatku masih hanya sebatas solat 5 waktu, berpuasa pun hanya ketika ramadhan datang. tidak seperti mereka yang sunahnya pun dilakukan.
aku masih suka mencoba-coba hal yang sekiranya membuat ku senang, aku tau batasan-batasan akan kesenangan itu.
aku memang seorang pembantah, aku suka jika melakukan hal yang bertentangan. aku juga sangat menyukai sebuah tantangan, walau kadang itu membuat aku kalah, namun aku harus tetap jadi seorang pemenang.
mungkin aku seorang pemimpi yang tidak pernah memperhitungkan resiko yang akan aku terima. namun, aku akan selalu berjalan seperti yang aku inginkan. berjalan yang sekiranya akan tetap terus membuat hidupku itu baik. walau dengan berbelok sedikit. ya, hanya sedikit. suatu saat nanti aku kan menjadi seperti mereka, menjadi seperti yang mereka harapkan. dan akan ada satu hal yang membuat mereka bangga terhadap diriku. Amin.
aku mencintai kalian, keluargaku.
Wednesday, November 17, 2010
Penyesalan membuatku berfikir terbalik
Menyesal tidak lantas akan membuat waktu kembali berputar. Kenyataan memang kadang berbanding terbalik dengan harapan. Apapun itu faktor yang membuat harapan itu berubah menjadi suatu hal yang menyisakan sebuah penyesalan.
Menyesal itu tidak salah, namun larut dalam penyesalan itulah yang salah. Aku menyesal, namun sungguh aku bersikap biasa saja karena aku berusaha mencoba membuat penyesalan itu menjadi suatu bab baru dalam pelajaran hidupku. Suatu yang akan menjadi cermin dalan kehidupanku. Yang membuatku bisa mengkoreksi diriku sendiri.
Bukankah Tuhan baik padaku, aku masih diberikan rasa menyesal, sehingga aku masih mengakui itu salah. Ya, setidaknya perasaan seperti itu yang membuat aku masih bisa berdiri disini. Perasaan kecintaan tuhan pada setiap makhluknya.
Dengan hal yang seperti ini, membuatku berfikir untuk melakukan yang terbaik. Menjalani yang terbaik, dan berharap aku akan menjadi sosok yang terbaik.
Aku kecewa dengan diriku sendiri, sangat kecewa. Aku menyesal.
Kalau boleh aku menangis, aku akan menangis. Kalau boleh aku mengadu, aku ingin sekali membagi segala apa yang aku rasa. Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan hadir padaku. Menjatuhkanku. keyakinan yang menjadi kebanggaanku pergi. dengan tololnya aku membiarkan itu.
Dan Seperti ada sesuatu yang bergemuruh, membuat perasaanku menjadi galau, kacau. Hati dan otakku tidak bersahabat. Ada sesuatu yang menariku dan ada yang mendorongku jauh, jauh dan jauh lagi untuk jatuh. Perasaan yang aku sendiri tidak mengerti dan membuat aku kalut. Mungkin, dengan gampang kalian akan menyuruhku memilih sesuatu yang “menariku”, bukan yang “mendorongku”. Namun ini suatu dorongan yang tidak biasa. Ahh, aku hanya ingin kembali. Kembali pada jalan hidupku yang biasa. Namun ada ketakutan tersendiri. Ketakutan yang sangat dalam. Aku takut jika pilihanku akan membuat ia meninggalkanku.
Tanganku bergetar, otaku tidak bisa lagi befikir normal. Aku menginginkan sesuatu yang biasa.
Aku seperti diludahi oleh diriku sendiri. manakala aku tertidur, aku harap aku bisa melupakan perasaanku yang seperti ini.
Hanya Tuhan, yang tau apa yang aku rasakan. Ini benar-benar membingungkan. Namun aku terus berusaha menarik dan terus menarik diriku yang hampir sepertinya gila. Ahh, mungkin ini terlalu berlebihan.
perasaan sayang ini nyata, jadi tolong buat nyata ini menjadi indah tanpa ada rasa menyesal nantinya. Aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya sedikit mengeluh. Mengeluh pada diriku sendiri. apakah akan aku akhiri saja? Atau aku terus menjalani yang seperti ini? Mungkin akan aku akhiri saja, dengan sejuta ketakutan.
Suara takbir berkumandang membuat hatiku tak henti-hentinya bersyukur. Aku seperti mendapat tamparan yang begitu hebatnya. Tamparan yang sekaligus dapat menginjak-injak prinsipku. Aku hanya ingin kembali. Jika aku meminta, akankah ia memberikanya??
Bukanya aku munafik, namun seperti inilah aku.
Aku menyayanginya, kekasihku.
Tuesday, November 16, 2010
Aku akan melakukan yang terbaik
saat itu, minggu 14 november 10'..
Aku baru tahu, kalau aku masih terlalu bodoh. Terlalu bodoh untuk terlalu jauh memainkan ini. Ketika, ketika kepercayaanku mulai aku tanam, tiba-tiba saja hancur. Aku mulai merasa bahwa aku bisa kembali mempercayai. Namun ia yang merusak kepercayaan yang mulai tumbuh itu bukan aku.
dan untuk urusan kehidupanku, aku yang salah, bukan dia. aku yang terlalu bodoh. Ya, aku yang bodoh. Dan sekarang aku harus kembali mencari titik kepercayaanku padanya. sebenarnya kepercayaan, cinta, sayang, itu datang dengan sendirinya seiring berjalanya waktu. Ia tidak perlu mengatakan bahwa ia menyayangiku pun , aku akan bisa merasakan jika ia benar-benar menyayangiku. Aku menyayanginya, dan aku sudah benar-benar melupakan yang lalu. Tidak pernah terfikir olehku, merasakan rindu pada yang lalu. Aku sudah bisa untuk mengharapkan dan berusaha untuk masa yang akan datang, bukan melihat dan selalu dibayang-bayangi kenangan masa lalu. Ia marah ketika aku berkata “aku belum bisa percaya ”. ya, aku memang belum bisa percaya kalau ia benar-benar menyayangiku. Tapi aku akan berusaha untuk percaya, tolong damping saja aku di dalam prosesnya.
Dan Ketika ia bertanya padaku, ia harus melakukan hal apa agar aku dapat percaya. Aku hanya diam, aku tidak tau hal apa yang harus ia lakukan agar aku bisa percaya. Aku tidak tahu.
Terkadang manusia terlampau mendahului Tuhanya, yang akhirnya akan menjadi takabur. Tuhan tidak menyukai tipikal manusia yang seperti ini. Dan ketika kita menjadi takabur, dan sangat percaya pada kepercayaan kita akan suatu hubungan, Tuhan bisa dengan mudahnya membuat perpisahan itu nyata. Itu sangat mudah. Maka dari itu aku tidak mau aku dan dia menjadi salah satu yang takabur. Amin.
Dan yang terakhir, satu hal saja yang ingin aku katakan. Tolong, lakukan saja yang terbaik untuku, karena aku pun akan melakukan yang terbaik.
Saturday, November 13, 2010
malam minggu, please jangan jadi kelabu.
ujian tadi bener-bener buat otaku panas. ahh, asal kalian tau itu susahnya luar biasa. rencananya hari ini aku hendak pulang ke kota tempat orang tuaku tinggal, ke kota yang menyimpan segala macam kenangan selama 18 tahun aku hidup, cirebon.
namun rencana itu tidak terlaksana, a.k.a batal.
ayahku berkata, "kalau memang masih banyak kegiatan, ya tidak usah pulang"
terlebih lagi udara jakarta siang ini mendung, dan itu membuatku malas sekali untuk pergi. alhasil ya, rencana pulang benar-benar batal.
sepulang kampus, aku menemani sahabatku, adis mencetak foto. dan tiba-tiba jakarta menjadi panas. wuihhh, itu panasnya berbanding terbalik dengan awal tadi kita pulang kampus yang udaranya masih dingin.
semuanya sudah selesai. semua urusan telah terpenuhi. mencuci cetak foto dan makan.
sesampapainya aku dan adis ke tempat peristirahatan, yaitu rumah adis. rumahnya tidak jauh dari kosan tempat aku tinggal. jadi salah satu tempat mencariku ketika aku menghilang adalah rumah adis. ahahaha, maka dari itu jangan pernah khawatir jika aku menghilang. kalian bisa menanyakanya pada adis. (ahaha, sok iya ada yang peduli)
pacarku menghilang, enatah kemana. palingan jika nanti dia menghubungiku alasan dia adalah baru bangun. ahhh, aku mengerti ko. hehehhe
aku ingin keluar untuk sekedar makan atau nongkrong. bersama orang-orang yang aku sayangi tentunya :)
jam 18.00, belum juga dia menghubungiku. hmmmm. tau ah ribet.
adis mengajaku untuk foto-foto dikamar ungunya, hingga aku terburu-buru gini menulis. shit. gak enak banget nulis diburu-buru. tapi gak papa kalau buat foto. ahahhah. :))
ahh, aku mauuu keluarrr. mau mainnnn!!!!!
namun rencana itu tidak terlaksana, a.k.a batal.
ayahku berkata, "kalau memang masih banyak kegiatan, ya tidak usah pulang"
terlebih lagi udara jakarta siang ini mendung, dan itu membuatku malas sekali untuk pergi. alhasil ya, rencana pulang benar-benar batal.
sepulang kampus, aku menemani sahabatku, adis mencetak foto. dan tiba-tiba jakarta menjadi panas. wuihhh, itu panasnya berbanding terbalik dengan awal tadi kita pulang kampus yang udaranya masih dingin.
semuanya sudah selesai. semua urusan telah terpenuhi. mencuci cetak foto dan makan.
sesampapainya aku dan adis ke tempat peristirahatan, yaitu rumah adis. rumahnya tidak jauh dari kosan tempat aku tinggal. jadi salah satu tempat mencariku ketika aku menghilang adalah rumah adis. ahahaha, maka dari itu jangan pernah khawatir jika aku menghilang. kalian bisa menanyakanya pada adis. (ahaha, sok iya ada yang peduli)
pacarku menghilang, enatah kemana. palingan jika nanti dia menghubungiku alasan dia adalah baru bangun. ahhh, aku mengerti ko. hehehhe
aku ingin keluar untuk sekedar makan atau nongkrong. bersama orang-orang yang aku sayangi tentunya :)
jam 18.00, belum juga dia menghubungiku. hmmmm. tau ah ribet.
adis mengajaku untuk foto-foto dikamar ungunya, hingga aku terburu-buru gini menulis. shit. gak enak banget nulis diburu-buru. tapi gak papa kalau buat foto. ahahhah. :))
ahh, aku mauuu keluarrr. mau mainnnn!!!!!
Tuesday, November 9, 2010
akhirnya aku yakin untuk memilih
aku telah memilih, walau aku tidak percaya dengan semua pernyataanya kepadaku. tidak, bukan tidak percaya, namun belum percaya. mungkin besok, lusa atau aku pun tidak tau kapan aku bisa benar-benar percaya.
maaf jika aku terlalu sering membahas lelaki yang seharusnya tidak lagi diungkit kehadiranya. aku hanya ingin memberitahu kau sedikit tentangnya. walau aku tau kamu tidak perduli. aku hanya tidak ingin nantinya akan ada salah paham yang nantinya bisa merusak semuanya.
aku tidak akan lagi mencintai dengan menggebu, aku akan mencintai dengan sederhana.
sederhana bukan berrti aku main-main. aku hanya ingin tidak ada lagi sakit. aku ingin semuanya berjalan apa adanya.
mungkin aku membuat komitmen yang susah untuk dipahami. aku akan berusaha membebaskanya, aku percaya ia tau akan batasan2nya. aku berusaha tidak akan ingin tau hal-hal yang menjadi privasinya, dia memiliki kehidupanya sendiri dan aku akan menghargai itu.
aku adalah perempuan yang percaya "berbohong untuk kebaikan itu bisa. tidak apa2", namun untuk kali ini rasanya aku takut sekali untuk berbohong padanya.
"lo bohong sama gue, gue pasti tau itu"
dia berkata seperti itu, dan itu membuat aku takut untuk berbuat suatu kebohongan. sepertinya aku harus memakai cadar jika aku hendak berbohong. :D
sehingga sepertinya aku harus membuang jauh-jauh kaliamat seperti itu. bohong itu tidak boleh.
aku akan merubah sesuatu yang sekiranya baik untuk ku juga. aku berusaha membuang apapun itu yang tidak baik. ingatkan saja aku. :)
aku tidak tau mengapa aku bisa menyukainya. bisa tertarik akan hadirnya.
aku bingung atas pernyataanku sendiri.
maaf jika aku terlalu sering membahas lelaki yang seharusnya tidak lagi diungkit kehadiranya. aku hanya ingin memberitahu kau sedikit tentangnya. walau aku tau kamu tidak perduli. aku hanya tidak ingin nantinya akan ada salah paham yang nantinya bisa merusak semuanya.
aku tidak akan lagi mencintai dengan menggebu, aku akan mencintai dengan sederhana.
sederhana bukan berrti aku main-main. aku hanya ingin tidak ada lagi sakit. aku ingin semuanya berjalan apa adanya.
mungkin aku membuat komitmen yang susah untuk dipahami. aku akan berusaha membebaskanya, aku percaya ia tau akan batasan2nya. aku berusaha tidak akan ingin tau hal-hal yang menjadi privasinya, dia memiliki kehidupanya sendiri dan aku akan menghargai itu.
aku adalah perempuan yang percaya "berbohong untuk kebaikan itu bisa. tidak apa2", namun untuk kali ini rasanya aku takut sekali untuk berbohong padanya.
"lo bohong sama gue, gue pasti tau itu"
dia berkata seperti itu, dan itu membuat aku takut untuk berbuat suatu kebohongan. sepertinya aku harus memakai cadar jika aku hendak berbohong. :D
sehingga sepertinya aku harus membuang jauh-jauh kaliamat seperti itu. bohong itu tidak boleh.
aku akan merubah sesuatu yang sekiranya baik untuk ku juga. aku berusaha membuang apapun itu yang tidak baik. ingatkan saja aku. :)
aku tidak tau mengapa aku bisa menyukainya. bisa tertarik akan hadirnya.
aku bingung atas pernyataanku sendiri.
Saturday, October 30, 2010
one week
sepertinya aku tidak memiliki waktu banyak.
rasanya aku ingin sekali membuat semuanya terjadi sekejap mata. hingga semua selesei pada saat semuanya telah terlunasi.
rasanya ingin sekali aku menjadi diriku sendiri. memperlihatkan ketakutanku yang sangat-sangat besar. bukan menutup-nutupinya dengan hal-hal yang seolah-olah memperlihatkan bahwa ak sangat baik-baik saja.
tidak pernah sedikitpun terfikir bahwa akan seperti ini. kenapa aku harus tau?? mungkin lebih baik aku tidak mengetahuinya. ak takut. benar-benar takut.
kalau saja ini bisa ditawar, aku akan melakukan apapun itu agar ak bisa melakukan tepat pada waktunya tanpa pernah menyakiti siapapun termasuk menyakiti diriku sendiri.
melakukan apapun yang membuahkan hasil yang tidak akan membuat aku kecewa. maafkan aku jika nanti hasilnya tidak seperti yang di harapkan, namun memang aku masih dalam proses berfikir.
dan untuk yang kemarin telah menjadi kekasihku, ahhh tak tau lagi aku harus berkata apa. ayolahh beri aku keyakinan. apapun itu.keyakinan terburuk pun aku terima. jangan hanya diam. Ya Allah, berhentilah sejenak mengujiku.
rasanya aku ingin sekali membuat semuanya terjadi sekejap mata. hingga semua selesei pada saat semuanya telah terlunasi.
rasanya ingin sekali aku menjadi diriku sendiri. memperlihatkan ketakutanku yang sangat-sangat besar. bukan menutup-nutupinya dengan hal-hal yang seolah-olah memperlihatkan bahwa ak sangat baik-baik saja.
tidak pernah sedikitpun terfikir bahwa akan seperti ini. kenapa aku harus tau?? mungkin lebih baik aku tidak mengetahuinya. ak takut. benar-benar takut.
kalau saja ini bisa ditawar, aku akan melakukan apapun itu agar ak bisa melakukan tepat pada waktunya tanpa pernah menyakiti siapapun termasuk menyakiti diriku sendiri.
melakukan apapun yang membuahkan hasil yang tidak akan membuat aku kecewa. maafkan aku jika nanti hasilnya tidak seperti yang di harapkan, namun memang aku masih dalam proses berfikir.
dan untuk yang kemarin telah menjadi kekasihku, ahhh tak tau lagi aku harus berkata apa. ayolahh beri aku keyakinan. apapun itu.keyakinan terburuk pun aku terima. jangan hanya diam. Ya Allah, berhentilah sejenak mengujiku.
Thursday, October 28, 2010
Monday, October 25, 2010
lagi-lagi kaya gini. Parah!
parah, parah! lagi-lagi kaya gini. harusnya gue diberi tahu tentang situasi dan kondisi yang terjadi. seperti menemukan kucing dalam karung.
gilaaaaaa! gue kaya orang bodoh sekaraang. gue emang gk merasa apa-apa. suka memang. sama seperti gue suka sama yang lainya. dengan tau seperti inipun gue gak merasa kecewa. gue hanya merasa menjadi bodoh. tidak salah ternyaa dia memanggil gue "bodoh". ahhahahah ngakak gue kalo ngebayangin lagi.
berkali-kali gue selalu salah. hari inipun gue salah. gue mohon, besok jangan salah-salah lagi.
gila aja apa, gue ngedeketin pacar orang! sumpah, kali ini gue gk tau. awalnya bukan dari gue. gue bener-bener gak tau.
gue udah berubah, gue bukan lagi ce yang iseng-iseng dan dengan sengaja suka dengan pacar orang. ya ampunnn, saat gue punya pacar nanti tolong gue gak mau kejadian ini terjadi sama gue.
gue kaget setengah mampus ngeliatnya. gue tau dengan sendirinya. dan sahabat gue cm bilang "tar gue ceritain sel sebenernya, sama ko kaya cerita gue sama co gue" wewww. agak-agak rumit kayaknya.
emang gak bisa gue pungkiri, gue suka pada saat pertama gue liat dia. sama kaya dulu pertama kali gue liat mantan gue.
sumpah ya, gak perlu waktu lama buat bisa deket sama dia. apa karena gue nya kegenitan apa gimana yaaa?? reflek aja gitu buat gue. gue cuma mau dia nyaman ada sama gue.
dan untuk selanjutnya gue gak tau harus gimana. gue serahin sama sahabat gue yang jadi sutradara dalam episode kali ini. gue cuma pemain. dan sebisa mungkin gue batasin perasaan gue ini. santai kaya di pantai, selo kaya di pulo. ahahahah. lama-lama gila juga gue.
merinding busway gue. parah parah parah.
gilaaaaaa! gue kaya orang bodoh sekaraang. gue emang gk merasa apa-apa. suka memang. sama seperti gue suka sama yang lainya. dengan tau seperti inipun gue gak merasa kecewa. gue hanya merasa menjadi bodoh. tidak salah ternyaa dia memanggil gue "bodoh". ahhahahah ngakak gue kalo ngebayangin lagi.
berkali-kali gue selalu salah. hari inipun gue salah. gue mohon, besok jangan salah-salah lagi.
gila aja apa, gue ngedeketin pacar orang! sumpah, kali ini gue gk tau. awalnya bukan dari gue. gue bener-bener gak tau.
gue udah berubah, gue bukan lagi ce yang iseng-iseng dan dengan sengaja suka dengan pacar orang. ya ampunnn, saat gue punya pacar nanti tolong gue gak mau kejadian ini terjadi sama gue.
gue kaget setengah mampus ngeliatnya. gue tau dengan sendirinya. dan sahabat gue cm bilang "tar gue ceritain sel sebenernya, sama ko kaya cerita gue sama co gue" wewww. agak-agak rumit kayaknya.
emang gak bisa gue pungkiri, gue suka pada saat pertama gue liat dia. sama kaya dulu pertama kali gue liat mantan gue.
sumpah ya, gak perlu waktu lama buat bisa deket sama dia. apa karena gue nya kegenitan apa gimana yaaa?? reflek aja gitu buat gue. gue cuma mau dia nyaman ada sama gue.
dan untuk selanjutnya gue gak tau harus gimana. gue serahin sama sahabat gue yang jadi sutradara dalam episode kali ini. gue cuma pemain. dan sebisa mungkin gue batasin perasaan gue ini. santai kaya di pantai, selo kaya di pulo. ahahahah. lama-lama gila juga gue.
merinding busway gue. parah parah parah.
Thursday, October 7, 2010
mencari kebenaran dalam coba-coba
tidak pernah terfikirkan di otaku untuk bermain hati. aku hanya mencari kesenangan dalam duniaku sendiri. bukanya aku memberi banyak harapan dan hanya mempermainkan.namun disinilah aku menemukan kesenangan. aku hanya menganggap semua itu sama.tidak ada yang lebih. mungkin ini sedikit frontal untuk di curahkan. sedikit tidak manusiawi yang hanya memikirkan diri sendiri.
aku tidak pernah berkata bahwa aku tidak membuka hati. aku pun sama seperti perempuan-perempuan lainya yang menginginkan jatuh cinta. namun sepertinya cinta tak pernah enggan untuk sekedar menyapa. dan alhasil aku hanya mencoba-coba :)
melihat tulisan sebelumnya mungkin aku terkesan munafik yang tidak menginginkan ikatan. untuk sekarang memang aku tidak menginginkan, karena aku belum merasakan lagi jatuh cinta. hanya sekedar suka dan suka. mungkin, besok, lusa, atau minggu depan, bahkan mungkin tahun depan ak baru akan menulis cerita yang berisikan jatuh cinta. yang menceritakan sosok lelaki yang tidak hanya aku suka namun lebih dari itu.
hidup itu begitu sia-sia untuk di isikan dengan kebohongan. dengan kepura-puraan. aku mencoba bukan untuk bermain. namun untuk mencari yang benar. bukan yang salah.
cinta itu datangnya tidak pernah salah. aku pun tidak menyesali apapun. dan ak tidak menghujat cinta yang datangnya tidak tepat.
semuanya itu datang memiliki maksud bukanya tidak tanpa maksud. ya, mungkin seperti inilah yang harus aku jalani. aku tidak akan tergesa-gesa atau memaksakan sesuatu itu ada. aku masih memiliki banyak waktuuu.sangat banyak. semoga jika aku diberi umur panjang. amin.
dan buat orang-orang yang sengaja ataupun tidak sengaja tersakiti hatinya karena sikap dan perkataanku, dengan rendah hati aku meminta maaf. karena seperti inilah aku. perempuan dengan keegoisan tinggi yang hanya memikirkan diri sendiri. namun jangan pernah salah menilaiku. bahwa aku pun bisa sangat-sangat peduli pada orang lain. itu karena cinta.
cinta. itulah cinta. ajaib buatku. bisa membuat aku menjadi orang yang dapat menghargai orang lain.
aku mencintai semua yang ada dalam hidupku. mencintai segala yang terjadi. dan mencintai segala sesuatu yang belum terlihat namun kuyakini kehadiranya.
aku mencintai semuanya :)
aku tidak pernah berkata bahwa aku tidak membuka hati. aku pun sama seperti perempuan-perempuan lainya yang menginginkan jatuh cinta. namun sepertinya cinta tak pernah enggan untuk sekedar menyapa. dan alhasil aku hanya mencoba-coba :)
melihat tulisan sebelumnya mungkin aku terkesan munafik yang tidak menginginkan ikatan. untuk sekarang memang aku tidak menginginkan, karena aku belum merasakan lagi jatuh cinta. hanya sekedar suka dan suka. mungkin, besok, lusa, atau minggu depan, bahkan mungkin tahun depan ak baru akan menulis cerita yang berisikan jatuh cinta. yang menceritakan sosok lelaki yang tidak hanya aku suka namun lebih dari itu.
hidup itu begitu sia-sia untuk di isikan dengan kebohongan. dengan kepura-puraan. aku mencoba bukan untuk bermain. namun untuk mencari yang benar. bukan yang salah.
cinta itu datangnya tidak pernah salah. aku pun tidak menyesali apapun. dan ak tidak menghujat cinta yang datangnya tidak tepat.
semuanya itu datang memiliki maksud bukanya tidak tanpa maksud. ya, mungkin seperti inilah yang harus aku jalani. aku tidak akan tergesa-gesa atau memaksakan sesuatu itu ada. aku masih memiliki banyak waktuuu.sangat banyak. semoga jika aku diberi umur panjang. amin.
dan buat orang-orang yang sengaja ataupun tidak sengaja tersakiti hatinya karena sikap dan perkataanku, dengan rendah hati aku meminta maaf. karena seperti inilah aku. perempuan dengan keegoisan tinggi yang hanya memikirkan diri sendiri. namun jangan pernah salah menilaiku. bahwa aku pun bisa sangat-sangat peduli pada orang lain. itu karena cinta.
cinta. itulah cinta. ajaib buatku. bisa membuat aku menjadi orang yang dapat menghargai orang lain.
aku mencintai semua yang ada dalam hidupku. mencintai segala yang terjadi. dan mencintai segala sesuatu yang belum terlihat namun kuyakini kehadiranya.
aku mencintai semuanya :)
Wednesday, September 22, 2010
Inilah keterbatasan dalam hidup
bukan, bukannya aku tidak mau mencoba, bukannya aku trauma akan kenangan masa lalu, ataupun takut untuk hanya menatap ke depan
dan aku pun bukannya tinggal diam jalan ditempat.
aku hanya sedang merasakan kenyamanan yang luar biasa, aku tidak menginginkan sebuah ikatan, dan aku pun tidak ingin disusahkan oleh sebuah komitmen
aku menyukai keadaan dan situasi seperti ini. dimana aku bebas berkarya, bebas melakukan apapun itu yang sekiranya bisa mendatangkan titik terang dalam menjalani hidup dan mengejar mimpi-mimpi yang terlanjur aku gantung pada titik taratas dalam otakku.
Bukannya aku egois, namun seperti inilah yang bisa aku lakukan.
Aku ingin mendalami sesuatu yang sedang aku jalani, dan aku tau ini tidak akan sejalan jika aku berkomitmen. Sehingga aku tidak ingin mengambil satu langkah ke depan untuk kehidupan percintaanku. Aku hanya ingin seperti ini.
Aku tidak ingin dililit oleh perasaan cemburu, perasaan yang membuat otakku selalu memikirkan dia, dia, dan dia. Perasaan yang hanya akan membuang-buang waktuku.
Fokus pada apa yang ingin aku capai tanpa ada rasa bersalah.
Karena memang benar apa yang dikatakan ayahku “cita dan cinta tidak akan bisa berjalan berdampingan”.
Ya, walaupun ada orang yang bisa menjalani keduanya sejalan tanpa merugikan satu sama lain. Tapi tidak dengan diriku.
Bukannya aku mengabaikan perasaanku. Mengabaikan kisah percintaanku. Aku hanya ingin memberhentikan sementara waktu. Sampai aku benar-benar mendapatkan apa yang aku tuju dalam hidup.
Cukup temani hari-hariku, cukup beri aku senyuman, dan cukup beri aku semangat. Bukankah itu lebih baik dari “berpacaran”??
Semua ini aku ambil untuk menebus semua dosa-dosaku di masa lalu. Dan untuk memberikan satu senyum di bibir kedua orangtuaku. Karena dengan berpacaran tidak akan membuat mereka tersenyum, malah mungkin kecewa.
Karena aku selalu diajarkan untuk “mengejar cita” bukan “mengejar cinta”.
Mengorbankan perasaan untuk kebahagiaan orang lain bukankah hal yang baik bukan? Apalagi meraka adalah orang2 yang rela mengorbankan apapun untuk diriku.
Apa aku tega membuat mereka kecewa? tidak akan.
dan aku pun bukannya tinggal diam jalan ditempat.
aku hanya sedang merasakan kenyamanan yang luar biasa, aku tidak menginginkan sebuah ikatan, dan aku pun tidak ingin disusahkan oleh sebuah komitmen
aku menyukai keadaan dan situasi seperti ini. dimana aku bebas berkarya, bebas melakukan apapun itu yang sekiranya bisa mendatangkan titik terang dalam menjalani hidup dan mengejar mimpi-mimpi yang terlanjur aku gantung pada titik taratas dalam otakku.
Bukannya aku egois, namun seperti inilah yang bisa aku lakukan.
Aku ingin mendalami sesuatu yang sedang aku jalani, dan aku tau ini tidak akan sejalan jika aku berkomitmen. Sehingga aku tidak ingin mengambil satu langkah ke depan untuk kehidupan percintaanku. Aku hanya ingin seperti ini.
Aku tidak ingin dililit oleh perasaan cemburu, perasaan yang membuat otakku selalu memikirkan dia, dia, dan dia. Perasaan yang hanya akan membuang-buang waktuku.
Fokus pada apa yang ingin aku capai tanpa ada rasa bersalah.
Karena memang benar apa yang dikatakan ayahku “cita dan cinta tidak akan bisa berjalan berdampingan”.
Ya, walaupun ada orang yang bisa menjalani keduanya sejalan tanpa merugikan satu sama lain. Tapi tidak dengan diriku.
Bukannya aku mengabaikan perasaanku. Mengabaikan kisah percintaanku. Aku hanya ingin memberhentikan sementara waktu. Sampai aku benar-benar mendapatkan apa yang aku tuju dalam hidup.
Cukup temani hari-hariku, cukup beri aku senyuman, dan cukup beri aku semangat. Bukankah itu lebih baik dari “berpacaran”??
Semua ini aku ambil untuk menebus semua dosa-dosaku di masa lalu. Dan untuk memberikan satu senyum di bibir kedua orangtuaku. Karena dengan berpacaran tidak akan membuat mereka tersenyum, malah mungkin kecewa.
Karena aku selalu diajarkan untuk “mengejar cita” bukan “mengejar cinta”.
Mengorbankan perasaan untuk kebahagiaan orang lain bukankah hal yang baik bukan? Apalagi meraka adalah orang2 yang rela mengorbankan apapun untuk diriku.
Apa aku tega membuat mereka kecewa? tidak akan.
Subscribe to:
Posts (Atom)